Hari ini mau tau tentang apa?? (^0^)/
Bagaimana kalau kita berbagi ilmu? :)
Minggu kemarin, aku mendapat tugas kewirausahaan tentang profil pengusaha di berbagai macam bidang. Aku kebagian pengusaha di bidang internet. Begitu aku cari daftarnya di Google, wussshhh... langsung bertebaran. Tapi, temen aku kesulitan nemuin pengusaha di bidang pertanian. Karena aku sayang dia, aku bantu dwech.. *Jangan salah tangkep, Tik.. hehe :D
Itu ceritaku, apa ceritamu??
############################################
H.
SYUKRI SU’ID
Penemu
Dan Manager Otodidak Yang Pantang Menyerah
Kehidupan di dunia ini memang
penuhperjuangan,susah dan senang, gagal dan sukses akan dilakoni, dan semuanya
adalah skenario Allah SWT. H.Syukri Suid salah seorang tokoh
masyarakat dan ketua pengurus Masjid Raya Saniangbaka yang sekarang sukses
menjadi pengusaha bibit jagung Hibrida sudah melewati semuanya. Jatuh
bangun menapaki berbagai bidang usaha sudah ia lalui. Temuannya yang setara
dengan Doktor dan professor didapati hanya dengan cara Otodidak. Tingginya rasa
kepedulian social yang dimilikinya, agaknya patut menjadi
teladan dan inspirasi terutama bagi generasi muda
Saniangbaka. Mengenal lebih dekat H.Syukri Suid, ikuti hasil
wawancara Saran di ruang kerjanya Dirut PT CNM (Citra Nusantara
Mandiri) di Ampang Kualo Solok.
Menengok ke masa lalu Bapak, sebetulnya
bagaimana kehidupan H.Syukri kecil ditengah keluarga dulunya.
62 tahun yang lalu saya dilahirkan dari
pasangan Su’it dengan Saleha, terlahir di tengah ekonomi keluarga
yang morat marit, mengakibatkan tidak jarang kami tidur dalam keadaan
lapar, untuk mendapatkan uang kami terpaksa pergi ke pasia
menangkap ikan bilih untuk dijual demi mendapatkan uang
belanja sekedar pengganjal perut. Namun kadang ikan bilih yang didaptkan
tidak jadi dijual melainkan dibawa pulang karena kami ingat ummi di
rumah juga belum makan. Sesampainya di rumah kami
memberikan ikan tangkapan itu kepada ummi untuk dimasak,
kemudian Ummi mencari ujuang bareh sisia-sisa penampian untuk
ditanak menjadi nasi, padahal ujuang bareh biasanya dijadikan makanan
ayam.Ketika baru kelas 5 SR saya memberi tahu kepada Ayah bahwa
saya akan berhenti sekolah . Ayah hanya bisa menyarankan lai ka
batanggung jawab atas keputusan yang saya buat. Setelah ndak lama kemudian saya
pergi merantau mengadu nasib ke Jakarta.
Apa saja bidang usaha yang pernah Bapak lakoni ketika
Bapak merantau?
Kehidupan yang saya alami sebagai orang
miskin telah mendorong diri saya optimis untuk
merubah kehidupan dengan cara merantau dengan suatu tekad ingin menjadi
orang sukses, mengadu nasib didaerah perantauan ternyata tidaklah mudah
banyak pekerjaan yang telah saya lakoni, mulai dari berjualan di kaki lima
didaerah Jati Negara, tinggal di lapak, sering digusur oleh petugas,
selama 4 tahun bertahan hingga dapat jodoh orang Pariaman bernama Sumiati,
hasil pernikahan dikarunia seorang putra bernama Edi Hermanto. Didera
oleh kesulitan ekonomi akhirnya bercerai. Akhirnya memutuskan pindah menjadi
pedagang keliling di daerah Preung Sewu perkebunan lampung.
Apakah Bapak pernah berpikir untuk menyerah ketika
menghadapi kegagalan? .
Ketika berjualan keliling masuk kampuang keluar
kampuang di daerah perkebunan, saat itu timbul pula pemikiran saya
bahwa ternyata dengan bertani bisa membuat orang kaya, ada keinginan saya
pulang kampuang untuk bertani akan tetapi tak bisa terwujud karena tak ada
modal untuk pulang. Menurut tradisi Minangkabau seorang perantau pulang harus
membawa keberhasilan, jika kalah akan dipandang rendah. Perbedaan kultur
membuat saya tak tahan di Lampung sering berjalan sepanjang 12 Km berjualan
dari rumah kerumah terkadang barang jualan ditawar dengan pakai kaki,
akhirnya saya memutuskan kembali ke Jakarta. Ketika orang tua perempuan (ummi)
saya meninggal maka kesempatan untuk hijrah pulang kampuang. Mencoba
bertani hidup dikampuang ,sering tengiang-ngiang sindiran orang
dipalanta” kok ndak kabarubah nasib dek marantau mangalah pai marantau,
kinilah maangkek pangkua lo lik” akan tetapi sindiran itu
menjadi cambuk untuk saya terus berjuang saya harus berpikir keras dan tak
boleh menyerah.
Ketika kembali ke Kampuang berbagai usaha pernahBapak
coba, tapi tidaklah berjalan mulus , Bagaimana Bapak Menyikapi hal tersebut?
Selama di Kampuang hidup sebagai petani, kegigihan
mempraktekkan ilmu pertanian melalui buku yang saya baca dilakukan
inovasi penyilangan terhadap tanaman cabe. Setelah dua tahun kemudian
saya menemukan tambatan hati Lifwarda menurut saya adalah sosok wanita
yang tegar, sabar dan pekerja keras menikah tahun 1972. Membina
kehidupan berumah tangga . Saya mulai berpikir berladang bawang, saat
itu harga bawang sangat mahal di pasaran, karena tak punya modal
diurungkan niat tersebut. Sang Istri menawarkan menjual perhiasannya yang
dikumpulkan selama ini dari jerih payahnya sebagai guru honor untuk modal
berladang bawang. Saya menolak karena pantangan bagi laki-laki yang baru
menikah memakai modal dari istri.Terus diberi pengertian oleh Lifwarda
akhirnya akhirnya mulailah bertanam bawang di tanah Lifwarda seluas
0,25 Ha. Segala tenaga dikerahkan untuk merawat tanaman bawang, apa daya
ternyata cuaca kurang menguntungkan, bawang yang ditanam
menunjukkan tanda-tanda tidak selamat, kecemasan mulai datang melanda. Saya
coba menaburkan pupuk dengan cara acakan. Melihat saya sudah mulai putus
asa ,sang istri terus memberi semangat, tak jarang Lifwarda juga turut membantu
bekerja parak bawang.Suatu keajaiban datang bahwa ternyata tanaman bawang
kembali subur dan hasilnya pun berlipat. Disaat yang sama SK sang istri keluar
sebagai guru SD di Cupak. Banyak ketika saudara yang ingin manyalang pitih
padahal uang yang ada rencana untuk mengontrak rumah dan kedai pacah Balah
di Solok. Sekitar tahun 1981 malang tak dapat ditolak pernah 2 kali
menjadi korban terbakarnya pasar Raya Solok. Kemudian terpaksa saya
focus untuk menekuni tanaman cengkeh di bukit Aia Angek. Untung saja saat itu
sang istri pindah tugas ke Solok dan memulai usaha jualan barang
kelontong..untuk menambah pendapatan keluarga sang istri rajin buat kue untuk
dijual di sekolah .Sementara Novi Candra dan adik-adiknya sudah dilatih
berjualan kue dan permen di depan rumah .
Cerita hingga tertarik melakukan penelitian tentang jagung,
bagaimana?
Kegiatan uji penelitian terhadap berbagai tanaman seperti
cengkeh, cabe,tomat, memperkaya pengalaman saya terutama dalam soal
perkawinan silang, akhirnya difokuskanlah meneliti tanaman jagung.
Perjalanan saya ke daerah Sangir tahun 1984 mengamati kondisi
tanaman jagung di sana membuat diri saya panasaran dan semakin
termotivasi terus mencari jawaban. Setelah 9 kali uji coba tanaman jagung
lokal dan terus belajar dari kelemahan jagung yang
dihasilkan. Pada tahun 1985 saya ikut kegiatan Penas IV di Probolinggo
sekembali dari sana membawa bibit jagung pioner dari Amerika dan terus
berkretifitas dan bereksprimen dan membandingkan dengan jagung yang
sedang diteliti. Proses panjang, akhirnya kegigihan dan ketekunan
membuahkan hasil, yaitu temuan produk jagung hibrida.
Juga punya usaha Toko Pupuk , gimana ceritanya.
Pengalaman menggeluti dunia pertanian mengharuskan saya tahu
tentang obat –obat tanaman pertanian, suatu ketika merasa tidak puas dengan
obat yang disuruh coba pakai oleh penjual obat tanaman pertanian.
Pemikiran saya pertanian tak akan maju kalau semua obat coba-coba. Sampai
saya pada suatu kesimpulan saya harus punya toko yang menyediakan obat tanaman
pertanian lengkap dengan pelayanan yang bisa memberi penjelasan, atau
penyuluhan tentang penggunaan obat yang dijual. Setelah punya modal dibukalah
toko “Usaha Tani” yang menyediakan obat tanaman dan pupuk. Mengalami
kemujuan pesat memberi peluang mengikuti undangan seminar –seminar
tentang pertanian. Tahun 1987 terjadi tragedi memilukan, Toko “Usaha
Tani” terbakar. Padahal sehari jelang kebakaran barang barang baru diambil dari
distributor. Saat itu pupuslah sudah menyelesaikan rumah di belakang Mesjid
Agung Solok. Tanpa sepengetahuan saya ada saja yang menyelesaikan rumah
hingga tagak kudo-kudo dan siap huni. Cari tahu rupanya adalah H.Nasir
Idrus yang turun tangan.tanya –tanya rupanya beliau menganggap atas
konsultasinya pada saya dan obat yang saya tawarkan menyelamatkan tanaman
cengkehnya yang nyaris punah di daerah MuaraPanas. Beliau yang menyarankan
untuk melapor pada induk semang atas musibah yang saya alami. Akhirnya tokok
Usaha Tani kembali di kasih barang .Saya juga pernah berkreasi menciptakan dan
menjual pupuk lengkap yang sempat dikomplain dan diperkarakan oleh
perusahan pupuk lain yang merasa tersaingi.karena pupuk yang saya temukan
dianggap illegal.
Dimana saja wilayah penangkaran Jagung Hibrida yang menjadi
produk andalan PT.CNM?
Awalnya lokasi penanaman jagung di Saniangbaka,
kemudian dikembangkan ke nagari-nagari dan kabupaten lainnya. Ada 6 daerah
kabupaten di Sumatera Barat sebagai lokasi penanaman jagung, yang
terbanyak lahannya di Daerah Kab. Damasraya Setidaknya ada 6000 petani setahun
yang menjadi penanam jagung dengan luas lahan masing –masing
petani 0.5 Ha. Untuk daerah Solok terbanyak di daerah Payo.
Bagaimana dengan daerah pemasaran produk jagung PT CNM?
Sampai sekarang PT CNM adalah Satu-satunya perusahaan
penghasil benih jagung Hibrida di luar pulau jawa. Sejak
perusahaan bekerja sama dengan PT Pertani, pemasaran produk jagung PT CNM
telah menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Untuk ekspor keluar
negeri tidak mendapat izin dari pemerintahan Indonesia karena kebutuhan dalam
negeri belum terpenuhi. Yang jelas produk jagung Hibrida dengan
NT.10 dan NT 35 terbaik di kawasan Asia
Bagaimana sistem perekrutan tenaga kerja di PT.
CNM?
Menurut saya PT.CNM memang agak berbeda dengan
peruasahaan –perusahaan lainnya. Di PT. CNM Ijazah tidak menjadi
standar, yang penting jujur berbadan sehat. Apabila tidak punya
skill yang memadai pihak perusahaan akan membiayai pendidikannya atau
disekolahkan. Lebih dari 500 karyawan atau pekerja memang tidak satupun
orang Saniangbaka. Banyak usulan tamu atau pejabat yang datang berkunjung agar
PT. CNM menggunakan mesin –mesin canggih dalam proses pengerjaan jagung
hingga menjadi produk benih yang siap dijual ke pasaran. Saya menerapkan konsep
perusahaanyang menerapka program padat karya dan lagian mesin-mesin
canggih ndak pandai bado’a. artinya, melalui do’a karyawan atau pekerja
nantinya bertambah rezki dan majunya PT.CNM.
Kenapa tidak ada orang Saniangbaka?
Seperti yang sudah diketahui orang kampuang kita
Saniangbaka tidak berminat dengan bidang kerja di perusahaan jagung saya
yang dianggap barek. Orang Saniangbaka maunya kerja yang ringan gaji gadang.
Tetapi selama ini tak ada orang Saniangbaka yang mengajukan lamaran bekerja di
PT.CNM.
Berapa Perusahan Bapak menganggarkan dana untuk sumbangan
kegiatan social?
Setiap tahun lebih Rp 670 juta perusahaan menggarkan dana
berupa bantuan untuk kegiatan sosial mulai dari santunan anak fakir miskin,
beasiswa, bedah rumah. Insyaallah kami akan tetap melanjutkan. Hanya
saja kali ini kegiatan bedah rumah yang telah dilakukan masih di daerah
–daerah yang orangnya memang –memang sangat membutuhkan.
Bagaimana Bapak melihat Etos
kerja rang Saniangbaka?
Secara umum orang kampuang
kita bukanlah pemalas tapi punya karakter dan bakat merantau, lihatlah kalupun
ada yang mau bekerja di sawah dan baladang sebetulnya hati dan pikirannya tidak
ada di kampuang. Orang kampuang kita lebih senang merantau.Mengganggap
pekerjaan bertani tersebut hanya sementara atau pelarian saja.
Menurut Bapak apa yang perlu
dibenahi untuk kemajuan pertanian Saniangbaka?
Saya melihat ada yang salah cara
bertani orang kampuang kita yang monoton dalam pemanfaatan lahan pertanian.
Apabila tanaman padi terus-terusan maka tentu saja akan menyebakan
tingginya porsentase pemakaian pupuk. Kesuburan tanahpun tidak terjaga Jadi
alangkah baiknya warga kita yang mengusahakan pengolahan lahan sawah agar
divariasikan jenis tanaman. Maksudnya diselangi atau bergantian padi dengan
tanaman lainnya seperti bawang cabe atau jagung.Jadi tidajk padi melului.
Sebaiknya Bapak turut terjun
langsung berbagi ilmu membenahi Saniangbaka!
Ada keinginan saya untuk
berbagi dalam rangka membangun nagari Saningbaka, sebagai wujud sayang ka
Nagari, hanya saja saya terkadang masih bingung karena ndak masin garam
saya dikampuang.
Apa saja pesan dan harapan
terhadap generasi muda Saniangbaka?
Orientasi merantau suatu hal
yang tak mudah dibendung akan tetapi orang rantau juga turut memikirkan dan
menciptakan lapangan pekerjaan dikampuang, untuk itu mari kita bersama lebih
memberikan perhatian terhadap pembangunan SDM generasi muda, seperti
dengan menggiatkan program yayasan Pendidikan Nagari Saniangbaka. Apabila
perhatian telah diberikan untuk pembinaan SDM generasi muda maka insyaallah
tidak aka ada istilah mambuang batu ka lubuk, yakin kita suatu waktu generasi
muda tersebut akan berbuat untuk kemajuan nagari Saniangbaka. (Nusa)
Sumber : Majalah Saran Edisi :
10/Tahun IV/2012
http://www.majalahsaran.com/h-syukri-suid/
***********************************************************************************
Pertanian di tanah gersang, Kenya
Pertanian di lahan kering dari Kenya Utara bukan untuk menjadi lemah hati. Hal
ini membutuhkan ketetapan hati dan kerja keras. Pengusaha pertanian Abdi Mohamed (29) adalah contoh. "Kompetisi
ini tidak masalah karena di sini banyak yang belum berinvestasi di bidang pertanian," kata Abdi
dengan senyum di wajahnya.
Almarhum ayahnya
Mohamed Ibrahim memulai usaha itu pada tahun 1997 ketika Abdi masih di sekolah
dasar. Dia mengambil alih untuk menjaga
mimpi ayahnya agar tetap hidup dan ia tidak pernah mengecewakannya. Pertanian, sekitar 5 kilometer
barat kota Wajir di Kenya Utara, terletak di pemandangan langka
dengan vegetasi kering dan wilayah yang
ditandai dengan vegetasi gundul.
'Kapal makanan penutup'
Ayah Abdi telah menjalani sebagian besar hidupnya sebagai pengembara. Ia memiliki ratusan ternak termasuk unta, yang sering
digambarkan sebagai 'kapal padang pasir', dan puluhan ternak yang bertanduk
panjang. Pada tahun 1994 sebuah kekeringan di utara Kenya menyapu hampir semua
hewan Mr Mohamed yang lama dimiliki.
"Lalu ide mencari mata pencaharian alternatif menyadarkan ayah saya," kata Abdi. "Mengolah tanah berdebu dan kering itu bukan hal yang mudah, tapi
ia bertekad. Aku harus menemaninya ke peternakan setiap pagi untuk membantu dia
dengan pekerjaan, "ia melanjutkan. Beberapa waktu kemudian, bagian
2-hektar tanah penuh dengan tanaman yang berbeda termasuk pepaya, pisang,
kapas, bayam kale, dan jagung.
Pasar
Wajir
Abdi menjual panen hasil pertanian di pasar Wajir, di mana produsen dari negara
tetangga yang menawarkan produk mereka ke salesman lokal dan masyarakat umum.
"Tidak ada kelebihan tanaman, oleh karena itu kami tidak memproses
makanan," katanya. Tentang sebuah truk pick-up penuh produk pertanian
bervariasi dijual di pasar lokal mingguan. Banyak pembeli menempatkan pesanan
mereka di muka dan datang ke pasar untuk memilih barang-barang mereka.
Pembayaran mungkin tidak langsung karena kadang-kadang dapat mengambil sampai
minggu berikutnya untuk membayar barang.
Untuk meningkatkan produktivitas tanaman Abdi menggunakan kompos dan pupuk
kandang, terutama kotoran sapi dan kotoran kambing yang banyak diketahui
mengandung nutrisi yang memperkaya tanaman. "Saya lebih suka pupuk karena tersedia secara
lokal," katanya. "Hama tanaman kadang-kadang sebuah tantangan tapi
kita menggunakan pestisida. Pestisida bagaimana pun juga, mahal. "
Makanan di atas meja
Pemilik peternakan menawarkan untuk menaruh makanan di meja karena ia memiliki
enam karyawan. Tugas mereka termasuk pertanian penyiangan dan mengairi lahan
dengan menggunakan motor kecil yang memompa air dari sumur bawah tanah.
Orang-orang yang bekerja di peternakan mempertahankan keluarga mereka dari
penghasilan kecil yang mereka dapatkan dari bekerja di peternakan. Mereka
dibayar dengan upah minimum sebesar US $ 65 per bulan. Abdi mengatakan siapa
pun stafnya bebas untuk bergabung dalam organisasi buruh pilihan nya.
"Juga kita tidak mempekerjakan anak di bawah umur sesuai dengan hukum
Kenya," kata Abdi.
Petani menyatakan bahwa perawatan kesehatan masyarakat merupakan kebutuhan
primer bagi setiap orang di Kenya dan pekerja pertanian yang tidak berbeda.
"Kami tidak secara spesifik memberikan perawatan medis tetapi setiap
anggota staf dapat diberikan izin untuk berobat di rumah sakit distrik
Wajir" kata Abdi. "Kadang-kadang kami menawarkan bantuan keuangan
bagi mereka yang tidak bisa membeli obat yang diresepkan yang hanya tersedia di
klinik swasta dan apotek," Abdi mengartikulasikan.
'Respon terhadap lingkungan’
Usaha ini belum membentuk sistem manajemen lingkungan, tetapi 'kita bertanggung
jawab terhadap lingkungan, "katanya. Pertanian abdi yang terdaftar dengan
departemen pelayanan sosial dalam pelayanan Dalam Negeri. "Kami
kadang-kadang mengumpulkan plastik dan membuangnya di lokasi yang ditunjuk dan
ini membantu untuk menjaga lingkungan aman dan plastik gratis." Abdi
sedang membangun secara perlahan tapi pasti pada usaha yang menguntungkan untuk
mencari nafkah. "Beberapa orang berpikir Anda gila untuk menjadi seorang
petani di daerah ini, tapi saya akan membuktikan bahwa mereka salah."
Sumber: http://www.snsimpactinvesting.com/entrepreneur-abdi-mohamed/#more-1467